Halaman

    Social Items

Tangisan Seorang Ibu, Memohon Keadilan untuk Hukuman Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Anaknya

Rabidin Satir, atau yang biasa dikenal dengan Rambo Bentong ada di halaman depan hampir setiap surat kabar.

Dia dijatuhi hukuman mati setelah banding terakhirnya gagal, tetapi tampaknya dia belum lolos dari hukumannya.

Berita baru-baru ini, pemerintah berencana untuk menghapuskan hukuman mati wajib untuk 11 pelanggaran, langkah itu mungkin dapat menyelamatkan nyawa para penjahat berbahaya, dan ini termasuk Rabidin sendiri.

Menurut WorldofBuzz.com (15/1/2020), Rabidin Satir dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Tinggi Temerloh setelah dia dinyatakan bersalah atas 7 perkosaan yang berbeda dan pembunuhan pada tahun 2014.

Itu termasuk kejahatan membunuh seorang gadis remaja pada tahun 2009, Annie Kok.

Tan Siew Lin (57), ibu dari Annie Kok, mengatakan bahwa dia tidak akan beristirahat sampai pelakunya dihukum mati.

Tangisan Seorang Ibu, Memohon Keadilan untuk Hukuman Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Anaknya

Dia ingin pelakunya digantung karena dia hanya bisa merasa damai bila itu dilakukan. T

an menambahkan bahwa setiap tanggal 6 Juni, ulang tahun Annie, dia akan menangis sendirian di kamar mandi memikirkan putrinya.

Ayah tiri Annie, Sew Kok Wee (63), mengatakan dia akan berusia 28 tahun ini.

Meskipun ayah tiri, Sew merasakan rasa sakit juga dan mengklaim jika si pembunuh tidak digantung, keluarga tidak akan pernah damai.

Pengacara keluarga itu, Christine Teng mengatakan keluarga itu berpikir komite telah memutuskan untuk menghapus hukuman itu, dan mereka dihalangi untuk masuk ke Parlemen untuk mengajukan petisi mereka.

Tan Siew Lin dan suaminya bukan satu-satunya kerabat korban yang menginginkan hukuman mati dilaksanakan.

Tangisan Seorang Ibu, Memohon Keadilan untuk Hukuman Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Anaknya

Keluarga korban lainnya bergabung dengan mereka untuk membela anggota keluarga mereka yang hilang karena ulah Rabidin.

Seorang dermawan, Tan Sri Robert Phang, mendesak seruan referendum publik untuk memilih menentang penghapusan itu.

Dia mengatakan, "Malaysia seharusnya tidak menjadi surga bagi para penjahat untuk melarikan diri dari kejahatan mereka."

Berita selanjutnya, wanita imut ini ternyata diam-diam punya perilaku yang sadis banget. Klik halaman asli.

Halaman Asli>>>

Sumber: WOB

Tangisan Seorang Ibu, Memohon Keadilan untuk Hukuman Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Anaknya

Tangisan Seorang Ibu, Memohon Keadilan untuk Hukuman Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Anaknya

Rabidin Satir, atau yang biasa dikenal dengan Rambo Bentong ada di halaman depan hampir setiap surat kabar.

Dia dijatuhi hukuman mati setelah banding terakhirnya gagal, tetapi tampaknya dia belum lolos dari hukumannya.

Berita baru-baru ini, pemerintah berencana untuk menghapuskan hukuman mati wajib untuk 11 pelanggaran, langkah itu mungkin dapat menyelamatkan nyawa para penjahat berbahaya, dan ini termasuk Rabidin sendiri.

Menurut WorldofBuzz.com (15/1/2020), Rabidin Satir dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Tinggi Temerloh setelah dia dinyatakan bersalah atas 7 perkosaan yang berbeda dan pembunuhan pada tahun 2014.

Itu termasuk kejahatan membunuh seorang gadis remaja pada tahun 2009, Annie Kok.

Tan Siew Lin (57), ibu dari Annie Kok, mengatakan bahwa dia tidak akan beristirahat sampai pelakunya dihukum mati.

Tangisan Seorang Ibu, Memohon Keadilan untuk Hukuman Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Anaknya

Dia ingin pelakunya digantung karena dia hanya bisa merasa damai bila itu dilakukan. T

an menambahkan bahwa setiap tanggal 6 Juni, ulang tahun Annie, dia akan menangis sendirian di kamar mandi memikirkan putrinya.

Ayah tiri Annie, Sew Kok Wee (63), mengatakan dia akan berusia 28 tahun ini.

Meskipun ayah tiri, Sew merasakan rasa sakit juga dan mengklaim jika si pembunuh tidak digantung, keluarga tidak akan pernah damai.

Pengacara keluarga itu, Christine Teng mengatakan keluarga itu berpikir komite telah memutuskan untuk menghapus hukuman itu, dan mereka dihalangi untuk masuk ke Parlemen untuk mengajukan petisi mereka.

Tan Siew Lin dan suaminya bukan satu-satunya kerabat korban yang menginginkan hukuman mati dilaksanakan.

Tangisan Seorang Ibu, Memohon Keadilan untuk Hukuman Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Anaknya

Keluarga korban lainnya bergabung dengan mereka untuk membela anggota keluarga mereka yang hilang karena ulah Rabidin.

Seorang dermawan, Tan Sri Robert Phang, mendesak seruan referendum publik untuk memilih menentang penghapusan itu.

Dia mengatakan, "Malaysia seharusnya tidak menjadi surga bagi para penjahat untuk melarikan diri dari kejahatan mereka."

Berita selanjutnya, wanita imut ini ternyata diam-diam punya perilaku yang sadis banget. Klik halaman asli.

Halaman Asli>>>

Sumber: WOB




Sukai kami di Facebook untuk berita anime dan Jepang menarik lainnya!


Loading...
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger