Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Depo Via Pulsa Tanpa Potongan

Review Anime Takt: Op. Destiny, Prolog Memukau Untuk Sebuah Game

 

Takt: Op. Destiny

Kombinasi Epik Antara Adegan Aksi dan Musik Klasik

Yo mina san!

Musim akan segera berganti, anime-anime musim ini satu persatu mulai tamat, dan ya ini momen yang tepat buat kalian para animelovers yang suka marathon untuk keluar dari gua.

Tentunya setelah menghndari berbagai macam spoiler kini kalian bisa dengan tenang marathon anime favorit sepuasnya.

Kali ini saya akan membahas salah satu anime yang beberapa hari yang lalu sudah tamat, ya anime tersebut adalah Takt: Op. Destiny.

Bisa dibilang anime yang satu ini sangat ramai dibicarakan karena ada dua studio besar yang menggarap anime ini yaitu Madhouse dan juga Mappa.

So buat kalian yang masih belum tahu tentang anime yang satu ini, mari kita bahas bersama-sama sekarang, tenang saja saya tidak akan membahas spoiler disini.

Sinopsis Takt: Op. Destiny 

Takt: Op. Destiny

Sunyi dan tanpa gairah, begitulah keadaan dunia ketika musik tak pernah lagi terdengar, ya para penduduk bumi sekarang sudah tidak pernah mendengarkan musik lagi.

Hal itu disebabkan oleh munculnya monster yang bernama D2, monster ini muncul dari meteor hitam yang jatuh ke bumi.

D2 sangat tidak menyukai yang namanya musik, mereka akan langsung menyerang secara membabi buta ketika mendengar musik.

Kini harapan manusia hanya bertumu pada para musicart dan conductor, hanya mereka yang bisa mengalahkan D2.

Takt Asahina, kehidupannya benar-benar berubah ketika ia menjadi seorang conductor, disaat serangan D2 melanda kotanya Takt berubah menjadi conductor dengan musicartnya yang bernama Unmei.

Ya mereka bukanlah pasangan conductor dan musicart biasa, mereka adalah pasangan irregular yang lahir diluar lab.

Selain itu ada efek samping berbahaya yang mereka rasakan ketika berubah menjadi conductor dan musicart. Untuk menjawab itu semua mereka berdua berangkat menuju New York bersama dengan Anna Schneider.

Perjalanan mereka berdua dalam membasmi D2 demi kebebasan bermusik pun dimulai.

Review Takt: Op. Destiny

Kesan pertama saya ketika melihat anime ini adalah biasa saja, jujur saya sedikit kecewa dengan episode pertama dari anime ini.

Di episode kita disuguhkan pertarungan memukau antara Unmei dan Takt melawan seekor D2 di sebuah perkotaan.

Ya pertarungan yang bagus memang, tapi hal tersebut seperti mengorbankan pondasi dari ceritanya, hal tersebut bisa terjadi karena suasana kocak dan komedi di pertarungan tersebut.

Mungkin akan lain cerita kalau sebagian besar episode ke dua ditayangkan di episode pertamanya.

Di episode kedua menceritakan tentang tragedi penyerangan D2 di kota tempat tinggal Takt, jujur saja di episode kedua ini kengerian D2 benar-benar terasa.

Penyerangan terjadi ketika sebuah festival musik berlangsung, suka cita para pengunjung festival berubah menjadi jeritan mengerikkan ketika D2 mulai menyerang.

Setidaknya itu pendapat saya mengenai kesan pertama saat melihat anime ini, ya mungkin pendapat orang bisa berbeda-beda akan hal ini.

Ok lanjut, setelah melihat beberapa episode perkembangan cerita baru terasa, semua terbangun dengan rapi, perkembangan karakternya juga sangat terasa.

Jika kalian membandingkan Takt di awal episode dan di episode terakhir maka kalian bisa melihat perbedaan yang sangat signifikan.

Sepanjang episode kita diperlihatkan betapa suramnya kehidupan manusia apabila tak ada musik, selain itu kita juga bisa melihat kebusukan-kebusukan manusia yang memanfaatkan tragedi serangan D2 ini untuk diri sendiri.

Ya konsep post apocalypticnya sangat terasa disini, jujur saja anime ini menjadi salah satu anime terbaik menurut saya untuk penggambaran post apocalypticnya.

Alur ceritanya sendiri sudah bagus menurut saya, plot yang ada ditata secara rapi, dan yang paling saya suka adalah semua karakter yang ada di anime ini berhubungan satu sama lain.

Adegan aksi, ya hal ini merupakan salah satu kelebihan yang paling menonjol dalam anime ini, bagaimana tidak? studio yang menggarapnya adalah Madhouse dan Mappa, kalian sudah bisa membayangkan sendiri bagaimana jadinya kalau dua studio ini bekerja sama.

Takt: Op. Destiny

Ketika pertarungan dimulai, musik klasik pun muncul sebagai latarnya, jujur saja ini menjadi sensasi baru dalam meilhat anime.

Entah bagaimana ceritanya, musik klasik ini bisa masuk dan menjalin harmoni yang bagus dengan adegan pertarungan yang sedang berlangsung.

Gila memang, saya hanya bisa melongo saat pertama kali melihat adegan pertarungan dari anime ini.

Ok setelah melihat banyak kelebihan dari anime ini tentu kalian akan kaget ketika mendengar fakta kalau anime ini hanya sebuah prolog untuk game.

Ya benar sekali, 12 episode dari anime ini hanyalah prolog untuk sebuah game yang berjudul Takt Op. Destiny in the City of Crimson Melody.

Ide gila yang sukses memang, ketika selesai menonton anime ini dan melihat kabar kalau ini hanya prolog untuk gamenya, saya jadi ingin mencoba game tersebut.

Saya yakin hampir semua orang yang melihat anime ini akan merasakan hal yang sama, mereka pasti ingin mencoba game tersebut.

Overall anime ini sangat saya rekomendasikan untuk ditonton, dan buat kalian yang bingun mau nonton dimana tenang saja Anione sudah menyediakannya secara gratis, sudah ada subtitle Bahasa Indonesia juga.

Buat kalian yang ingin nonton bisa langsung kunjungi channel youtube Anione atau bisa langsung klik dibawah sini:

Anione: Takt Op. Destiny Playlist

Mungkin sampai disini saja untuk review kali ini, nantikan review-review keren lainnya hanya di animenyus.com

Sampai jumpa!

Radon
Radon Senyumin aja

Posting Komentar untuk "Review Anime Takt: Op. Destiny, Prolog Memukau Untuk Sebuah Game"