Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Depo Via Pulsa Tanpa Potongan

Novel Review: Ferris Wheel at Night, Anak Korban Pembunuhan? Atau Anak Pembunuh?

 

Ferris Wheel at Night

Ungkap Sisi Buruk Manusia yang Merasa Paling Benar

Yo mina san!

Ok kali ini saya akan membahas salah satu novel karya Minato Kanae yang pastinya ngeri-ngeri sedap.

Kali ini saya akan membahas salah satu karyanya yang berjudul Ferris Wheel at Night, masih dengan ciri khasnya, dalam novel ini kalian akan dibawa masuk kedalam kehidupan para tokoh yang ada.

Kengerian yang ada dalam novel ini bisa kalian rasakan secara langsung, so daripada penasaran mari kita bahas novel ini bersama-sama.

Seputar Ferris Wheel at Night

Novel ini pertama kali terbit di Jepang pada tahun 2010 oleh Futabasha Publisher dengan judul Yakokanransha.

Lalu pada tahun 2021 Penerbit Haru berhasil membawa novel ini ke Indonesia dan beredar di banyak toko buku dengan judul Ferris Wheel at Night.

Sinopsis Ferris Wheel at Night

Bukit Hibari, lingkungan mewah dengan para penduduk elitnya tiba-tiba saja digemparkan dengan sebuah kasus pembunuhan.

Kasus tersebut berasal dari sebuah kelurga terpandang, dimana sang istri telah membunuh suaminya sendiri pada suatu malam.

Setelah melakukan pembunuhan, sang istri menyerahkan diri pada polisi. Tapi kasus tersebut tak berhenti disitu saja.

Penyelidikan masih terus berlanjut, peran para tetangga juga sangat diperlukan dalam kasus ini. Namun apa para tetangga tersebut peduli? lantas bagaimana dengan anak-anak di keluarga tersebut?

Apa mereka adalah anak dari korban pembuuhan karena ayah mereka telah terbunuh? atau malah mereka adalah anak dari pembunuh karena ibu merekalah pelaku pembunuhan?

Review Ferris Wheel at Night

Ferris wheel at night

Ngeri, itulah satu kata dari saya untuk menggambarkan novel ini. Ngeri disini bukan karena ada banyak hantu atau sejenisnya, tapi saya ngeri ketika melihat para manusia yang ada di novel ini.

Ya setiap individu yang ada di novel ini selalu berpegang teguh dengan apa yang mereka anggap benar, sekilas hal itu memang tidak masalah bukan? bahkan terasa sangat positif.

Tapi kalian pasti akan berpikir ulang setelah membaca novel ini, kebenaran yang dipegang teguh para tokoh di novel ini selalu mereka bawa kemanapun, dan sering kali juga menjadi awal mula kejadian yang tidak diinginkan.

Seorang istri yang membunuh suaminya sendiri, hal tersebut terdengar sangat mustahil memang karena keluarga tempat pembunuhan itu berasal merupakan keluarga terpandang yang menjadi panutan di salah satu kawasan elit.

Suami yang merupakan dokter, istrinya merupakan ibu rumah tangga yang tegas dan baik, ketiga anaknya juga terkenal pintar dan bersekolah di tempat ternama.

Ketika kasus tersebut muncul, para tetangga yang ada langsung bersikap seolah tidak mengetahui apa-apa.

Mereka hanya ingin main aman, mereka tidak ingin mereka terseret dalam rumitnya kasus tersebut.

Kasus tersebut semakin tidak jelas ketika ketiga anak mereka tidak ada di rumah, kakak tertua sedang berkuliah, kaka perempuan nomer dua sedang menginap di rumah temannya, dan adik laki-laki paling muda malah menghilang tepat saat kejadian tersebut.

Untuk alur ceritanya memang tidak rumit, hanya lurus kedepan saja. Namun yang membuat novel ini menarik adalah sifat dari para tokoh-tokoh yang ada.

Setiap tokoh yang ada di novel ini diberi porsi tampil yang hampir sama, mereka tampil dengan sifat mereka yang berbeda-beda dan tentunya membawa kebenaran yang berbeda-beda pula.

Selain itu kita juga dibawa lebih mendalam ke pemikiran mereka, kita jadi bisa tahu dengan jelas apa yang dipikirkan oleh tokoh-tokoh tersebut.

Stress, takut, sedih, senang, semuanya bercampur aduk. Kita jadi tahu sisi lain manusia ketika melihat sebuah kejadian mengerikkan seperti pembunuhan terjadi di dekat mereka.

Ya tak semua orang takut atau bersedih, ada juga yang malah senang dan merasa bahwa hal itu pantas terjadi.

Untuk endingnya sendiri sangat memuaskan menurut saya, sangat realistis.

Overall novel ini sangat saya rekomendasikan untuk kalian yang suka dengan genre misteri atau thriller. Tapi buat kalian yang sedang tidak baik-baik saja atau banyak pikiran saya sarankan untuk tidak membaca novel ini dulu.

Novel ini benar-benar sangat nyata, kalian bisa merasakan stress dan juga kekacauan pikiran tokoh-tokoh yang ada.

Radon
Radon Senyumin aja

Post a Comment for "Novel Review: Ferris Wheel at Night, Anak Korban Pembunuhan? Atau Anak Pembunuh?"